Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan
oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan
yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih
dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Kekurangan gizi
pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan
penderitanya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tak maksimal saat dewasa.
Kemampuan kognitif para penderita juga berkurang, sehingga mengakibatkan
kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.
Sebagai upaya untuk mencegah stunting, Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Desa Kebonpedes terus berupaya untuk
mengoptimalkan pengasuhan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).
“Upaya ini dilakukan untuk mencegah timbulnya kasus
stunting. Oleh karenanya ada beberapa dusun yang dibuat model Kampung KB dengan
alasan masuk kategori stunting,” kata Kepala Desa Kebonpedes Bpk. Saepudin
Stunting harus dilawan dan di hilangkan dari Desa Kebonpedes. Demi mencegah stunting tersebut, DPPKB Desa Kebonpedes telah menyiapkan beberapa langkah. Diantaranya, penyuluhan terkait stunting yang dilakukan oleh kader KB di Posyandu dan mendata bayi dibawah 2 tahun (baduta) sebagai sasaran pencegahan stunting.



