AdSense

PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING PADA 1000 HPK POSYANDU MAWAR VII























Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tak maksimal saat dewasa. Kemampuan kognitif para penderita juga berkurang, sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.
Sebagai upaya untuk mencegah stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Desa Kebonpedes terus berupaya untuk mengoptimalkan pengasuhan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

“Upaya ini dilakukan untuk mencegah timbulnya kasus stunting. Oleh karenanya ada beberapa dusun yang dibuat model Kampung KB dengan alasan masuk kategori stunting,” kata Kepala Desa Kebonpedes Bpk. Saepudin Stunting harus dilawan dan di hilangkan dari Desa Kebonpedes. Demi mencegah stunting tersebut, DPPKB Desa Kebonpedes telah menyiapkan beberapa langkah. Diantaranya, penyuluhan terkait stunting yang dilakukan oleh kader KB di Posyandu dan mendata bayi dibawah 2 tahun (baduta) sebagai sasaran pencegahan stunting.