Salah satunya adalah metode Mina Tani. Secara harfiah, mina artinya ikan dan tani berarti bercocok tanam. Mina Tani diartikan metode bercocok tanam baik padi atau palawija di sawah sambil beternak ikan. Tata letaknya, satu sisi digunakan bertani, sedangkan di sisi lainnya digunakan untuk pembibitan atau pembesaran benih ikan.
Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Frans seusai mendapatkan pelatihan di Sukamandi, Jawa Barat. Setelah itu ia mengembangkan Mina Tani di beberapa lokasi di Yogyakarta.
Dengan metode ini panen yang dihasilkan bisa meningkat 3 kali lipat dari biasanya. Kelebihan lainnya adalah padi yang dihasilkan adalah padi organik dan panen ikan yang melimpah. Kesuksesan metode Mina Tani bahkan diakui dunia sehingga FAO menunjuk Indonesia sebagai rujukan model pengembangan Mina Tani di Asia Pasifik. Sejak 2018, ada 13 negara Asia Pasifik yang belajar Mina Padi ke Indonesia, yaitu Bangladesh, Kamboja, Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Thailand, Filipina, Timor Leste, dan Vietnam.
Mina Tani juga memiliki potensi yang bisa dikembangkan sebagai objek wisata. Konsep Mina Tani ini dapat memberi efek terapi. Biasanya setelah melihat-lihat ikan perasaan seseorang akan menjadi lebih rileks.




